050211 to 050218

Hari ini sudah lewat tiga hari sejak kami mengenang tujuh tahun kebersamaan dalam biduk rumah tangga nan penuh dengan ragam. Indah, senang, bahagia, sedih, duka, tawa, merengut, bahkan tak dapat dipungkiri tangisan pun ada. Namun itulah sebuah ikatan yang saat dia terkembang maka pantang surut ke belakang, nikmati, hadapi. Tahun ini kami putuskan untuk merayakan kebersamaan ini ke Pulau Dewata. Sebuah destinasi wisata paling terkenal seantero nusantara. Perjalanan dimulai sejak tanggal 4/2/2018 sampai dengan 6/2/2018.

Hari Pertama

Keberangkatan pada siang hari membuat perjalanan ini lebih santai dan begitu sampai di bandara kami bersiap boarding setelah menikmati santap brunch kami di sebuah resto cepat saji. Selepas urusan di pemeriksaan bandara kamipun naik ke pesawat yang gatenya di terminal dua namun pesawatnya ada di terminal tiga. Perjalanan selama hampir dua jam dan tiba di Bandara Godness Island. Petualangan pun dimulai dengan penuh liku. Setelah nyaris satu jam berjibaku dengan ribetnya angkutan bandara. Kemudahan transportasi online ternyata tidak jamak di bandara ini. Bahkan untuk angkutan resmi ala burung birupun tidak mudah pemesanannya. Nyatanya angkutan omprengan menjadi raja, dengan harga yang mencekik hingga 3 kali lipat dibandingkan angkutan online ataupun si burung biru. Akhirnya kamipun mendapatkan angkutan si burung biru setelah berpayah payah mencari lokasi parkir untuk menghindari si ompreng. Tibalah kami di tempat beristirahat, sebuah hotel unik yang memanjang ke belakang, tidak meninggi ke atas. Lingkungan asri menambah nyaman suasana. Alhamdulillah. Hari pertama ini dilalui dengan beristirahat hingga menjelang maghrib, selanjutnya mencari sunset di pantai yang amat terkenal di pulau ini, namun sekarang amat kotor. heeeeeuuhh :(




Meskipun gagal melihat terbenamnya matahari karena terhalang mendung dan tebalnya awan tapi kami menikmati perjalanan kembali ke tempat bertandang kami di bawah rintik hujan nan syahdu... what a romantic moment :)

Day 2

Setelah memesan angkutan online, kamipun menuju ke meeting point tempat kami bersiap menuju Nusa Penida, lokasi one day trip kami yaitu Pantai Sanur. Sayangnya lokasi ini memiliki spot sunrise yang kami belum ketahui. Akhirnya sisa terbitnya mentari yang sudah sedikit meninggi masih dapat dinikmati sambil menunggu keberangkatan kapal cepat jam 8.









Lewat pukul 8 kamipun berangkat ke Nusa Penida menumpang kapal cepat Dwi Manunggal. Kurang dari satu jam kami pun tiba di dermaga Nusa Penida dan disambut oleh pemandu kami Bli Kadek yang ramah meskipun tatto menghias sekujur tubuhnya. Ya tatto adalah hal yang lazim di Bali. Spot pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Broken dan Angel Billabong. Ada hal menarik yang kami jumpai sepanjang perjalanan menuju ke dua spot pantai yang bersebelahan ini. Lokasi ini ditempuh selama 1 jam melalui hutan dan perkampungan penduduk yang tidak semua akses jalannya enak ditempuh dengan kendaraan. Jalan mulus aspal dilanjutkan dengan trek tanpa aspal dan sedikit tergenang bekas hujan. Selain trek yang menantang pemandangan jurang, bukit dan lembah yang indah mengiringi perjalanan kami. Nusa Penida memiliki kontur tanah yang berbukit bukit. Dan tibalah kami ke surga tersembunyi dari Nusa Penida, Pantai Broken dan Angel Billabong















Dan surga itu menampakkan diri kawan... Teruntuk pantai broken sendiri Bli Kadek menceritakan asal mulanya, jadi pada jaman dahulu kala terdapat sebuah desa di pinggir laut nusa penida. Pada suatu hari terdapat seekor ular yang melintasi desa mereka dan mereka menangkapnya, akhirnya ular tersebut dibunuh dan dibagikan dagingnya ke seluruh desa. Namun ternyata ular tersebut ada pemiliknya yang menanyakan kepada warga desa mengenai keberadaan ular tersebut namun tidak ada yang mengakui melihat ular tersebut. Akhirnya dengan amarah yang memuncak si pemilik menancapkan tongkatnya ke tanah dan berkata jika kalian melihat tapi tidak mengakui maka akan terjadi sesuatu begitu tongkat tercerabut, namun jika benar kalian tidak melihat maka tidak akan terjadi apa apa terhadap kalian. Dan ternyata begitu tongkat terangkat dari tanah maka tiba tiba tanah satu desa itu amblas dan akhirnya membentuk lubang yang terisi air laut





setelah tuntas menikmati keindahan pantai patah dan pemandian bidadari, kamipun beranjak menuju spot selanjutnya yaitu pantai kelingking. Sebuah pantai yang menyajikan pemandangan super menakjubkan. Cukup gambar berbicara:












Dan akhirnya tujuan terakhir adalah pantai kristal yang menyajikan hamparan pantai sebening kristal dengan spot diving ataupun snorkling yang memanjakan mata dengan keindahan alam bawah laut.
Meskipun dijeda oleh derai hujan nan deras tidak menyurutkan kami untuk menikmati keindahannya. Padahal Bli Kadek sudah menawarkan pulang cepat hehe... namun usaha kami tidak sia sia, kurang dari setengah jam hujan mereda, kamipun menikmati puncak one day trip kami di puncak wedding anniversary kami di tanggal 5 Februari 2018 ...

7 tahun bersamanya dalam cinta, semoga senantiasa sakinah mawaddah wa rahmah..

Selepas jam 5 kamipun segera meninggalkan Pulau Nusa Penida menuju Pantai Sanur untuk kembali ke peraduan kami selama di Bali.




Hari ke-3

Hari ini full istirahat di hotel hingga check out, berhubung ada penundaan jadwal penerbangan hingga pukul 18 kamipun mengisi hari terakhir dengan berkunjung ke Museum Tiga Dimensi DMZ, spot menarik bagi yang ingin berfoto dengan lukisan 3D yang unik ...






















Tepat jam 19 kamipun meninggalkan Pulau Dewata menuju Jakarta, Alhamdulillah safely landed dan tiba di rumah tercinta menjelang tengah malam... Selesai sudah tripanniversary tahun ini, semoga makin menguatkan ikatan kami, Bismillah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya ...

Tour de Europe Part 1

perjalanan 4 ... Dan Kejadian Itu Berulang ...