Mudik Lebaran Haji
Alhamdulillah, setelah hampir 2 bulan mengisi hari dengan kuliah dan tinggal di Bandung, akhirnya dapat kembali mengunjungi rumah tercinta di Bogor. Ya Lebaran Haji tahun ini terasa berbeda karena jarak yang memisahkan. Biasanya bisa setiap ada waktu senggang mengunjungi orangtua baik kandung maupun mertua. Meskipun waktunya cuma 3 hari, namun cukup bermakna. Alhamdulillah.
Kamis, 25 Oktober 2012
Hari terakhir kuliah dipekan tersebut, setelah mengikuti 3 kelas perkuliahan, dimulai dari pukul 10.00, akhirnya tepat pukul 17.00 meninggalkan kampus menuju kontrakan eksotis romantis kami, untuk berkemas pulang. Meskipun kuliah terakhir belum tuntas, namun apa mau dikata, terpaksa ditinggalkan, lagian kuliahnya molornya kebanyakan :D.
Tanpa istirahat sedikitpun, akhirnya kamipun berangkat menaiki angkot jurusan Dago-Kalapa, dilanjutkan naik angkot Kalapa-Leuwipanjang. Tepat melewati waktu maghrib, kamipun tiba di Terminal Leuwipanjang. Dan satu pemandangan yang luar biasa, terminal ini padat sekali, terlihat banyak sekali anak-anak kuliah yang sepertinya hendak mengunjungi kampung masing-masing. Ya kepadatan terminal ini menyajikan cerita tersendiri dalam kisah perjalanan mudik kami ke Bogor. Episode panjang, karena hampir sejam kami "bekerja keras" mendapatkan bis. Setelah berkejaran, mengejar bis, dari berjalan sampai berlari-lari dalam kondisi badan yang letih setelah menjalani Shaum Arafah, ditambah aroma mewangi khas terminal-Bau Pesing- akhirnya kami memutuskan untuk menaiki bis arah terminal Baranangsiang Bogor, bukan bis tujuan Cibinong seperti yang kami harapkan.
Dan kisah terus berlanjut, menikmati perjalanan hampir 4 jam, yang seharusnya hanya 2,5 jam. Tentu saja penyebabnya adalah kemacetan di "jalan bebas hambatan", miris sekali. Dan menjelang pukul 23.00 kamipun tiba di Pintu Keluar Tol Jagorawi di Cibinong. Alhamdulillah, welcome to Cibinong. I'm Coming.... Akhirnya dengan menaiki ojek, sampailah dirumah orangtua kami di Dian Asri.
Jum'at, 26 Oktober 2012
Dan ternyata jadwal sholat Id di rumah kami adalah pukul 06.00, Subhanallah, pagi sekali, tak terbayangkan dengan kondisi badan yang masih setengah rontok, menikmati dinginnya air, mandi, wudhu, sholat dan akhirnya bersiap ke Masjid untuk mengikuti sholat dan khutbah Idul Adha.
Mengikuti khutbah dengan menahan kantuk yang menggila akhirnya, berakhir dengan doa syahdu dari sang khatib, selesailah rangkaian sholat Id Adha, dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban, namun aku malah melanjutkan dengan tidur lagi :D
Tepat pukul 14, berangkat menuju Citeureup. Pulang kampung ceritanya :D. Akhirnya sampai juga di Citereup, setelah hampir 3 bulan tidak mengunjunginya, hampir tidak ada yang berubah dari tempat ini, hanya mungkin kondisi jalannya yang mengalami perbaikan, setelah sekian lama, kondisinya buruk, dan akhirnya diperbaiki juga. Alhamdulillah.
Sesampainya disana, kami disambut keponakan, Rahma Azizah dan si kecil Nuraini. Sedangkan kakak nomor 2, sudah pulang, karena menjadi panitia kurban di tempatnya bekerja.
Tepat pukul 14, berangkat menuju Citeureup. Pulang kampung ceritanya :D. Akhirnya sampai juga di Citereup, setelah hampir 3 bulan tidak mengunjunginya, hampir tidak ada yang berubah dari tempat ini, hanya mungkin kondisi jalannya yang mengalami perbaikan, setelah sekian lama, kondisinya buruk, dan akhirnya diperbaiki juga. Alhamdulillah.
Sesampainya disana, kami disambut keponakan, Rahma Azizah dan si kecil Nuraini. Sedangkan kakak nomor 2, sudah pulang, karena menjadi panitia kurban di tempatnya bekerja.
Komentar
Posting Komentar