Masa Setelah SMA
Sesungguhnya aku sudah diterima di UNJ jurusan Teknik Elektro program DIII melalui jalur PMDK. Alhamdulillah, namun setelah diusahakan kesana kemari untuk pembiayaannya, akhirnya aku lepas kesempatan di depan mata itu selain juga dikarenakan pada waktu pendaftaran ulang di UNJ berbarengan dengan waktu tes di STPDN (IPDN sekarang). Ya saat itu ketika ada alumni SMA yang berasal dari STPDN menerangkan tentang perkuliahan disana, terbersit keinginan untuk mengikuti dan masuk kedalamnya. Meskipun setelah dikemudian hari setelah kejadian Kak Wahyu Hidayat meninggal akibat tindak kekerasan seniornya ada sedikit rasa kelegaan dengan gagalnya masuk ke STPDN.
Setelah melepas kesempatan PMDK di UNJ meskipun dengan berat hati karena ditahun itu hanya 2 orang saja yang diterima PMDK di UNJ, dan aku salah satunya. Namun memang bukan jalanku bisa kuliah disana jadi ya... berserah diri saja, sambil memfokuskan diri untuk mengikuti tes di STPDN. Dan hari itu pun tiba aku berangkat ke Bandung dengan teman aku Rameni menumpangi bis jurusan Bandung - Bogor, ada kejadian menarik ketika itu, ternyata di Bis Ekonomi ada penumpang asing yang bersedia menaikinya :D. Dan kejadian menariknya adalah ketika pedagang asongan yang berusaha menjajakan dagangnya dan berusaha berbicara dengan bahasa Inggris...woowww, pelajaran menariknya adalah mereka saja bisa kenapa saya enggan :D.
Menunpangi rumah dari kakaknya om temanku Rameni di daerah Kiara Condong, komplek tentara kalau ga salah. Kami mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi yang diadakan STPDN, mulai dari tes akademis, fisik dan kesehatan, ya aku terhenti sampai di tes kesehatan dikarenakan berat badan yang tidak proporsional 47 berbanding 169, kurus sekali aku ketika itu. Sedang sahabat aku Rameni berhasil menembus hingga diterima di STPDN bersama (alm) Kak Wahyu Hidayat dan 2 orang teman peserta lainnya. Selamat kawan-kawan. :D
Setelah gagal dalam seleksi STPDN dan bersamaan itu melepas kesempatan PMDK UNJ akhirnya pupus kesempatan aku untuk kuliah, dan aku satu-satunya lima besar NEM yang tidak melanjutkan kuliah, Oki masuk kedokteran gigi Unpad, Solehan masuk STAN, aku :( , Sari Astuti masuk UNJ. Tapi ya apa mau dikata, jalan ini yang harus aku lalui... Akhirnya hanya berbekal ijazah SMA aku mulai mencari pekerjaan, melamar ke berbagai perusahaan sekitaran Bogor dan Depok. -/+ 10 bulan menjadi pengangguran yang menjadi beban ortu yang sudah tidak bekerja lagi, malu... sekali rasanya ketika itu menjadi beban keluarga.
Dan takdir akhirnya menemukan aku menjadi seorang karyawan kontrak di sebuah perusahaan PMA di wilayah Depok, melalui Kak Agus, kakak kelas di SMA aku diterima sebagai karyawan kontrak di PT. Meiwa Indonesia di departemen Assy Zaisu/production eksport. Ya menjadi seorang pegawai kontrak selama 6 bulan, aku menjalani garis hidup yang telah ditulis Allah SWT untuk aku. Menemukan dunia baru, teman baru yang menuntut aku menyesuaikan diri dengan cepat, ya dunia kerja membutuhkan perhatian ekstra bagi seorang pemula seperti aku. Gesekan antar pegawai, hingga pergaulan yang sedikit "berbeda".
Kontrak kerja pertama aku adalah dari bulan Maret 2003 hingga Oktober 2003 dilanjut langsung hingga bulan Maret 2004, diberhentikan sementara guna mengakali UU Naker yang mewajibkan perusahaan mengangkat karyawan kontrak yang memenuhi kualifikasi kerja 3 kali kontrak, akhirnya aku dikontrak kembali bulan Juli 2004 hingga Januari 2005. Setelah itu selamat tinggal PT. Meiwa Indonesia.
Menunpangi rumah dari kakaknya om temanku Rameni di daerah Kiara Condong, komplek tentara kalau ga salah. Kami mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi yang diadakan STPDN, mulai dari tes akademis, fisik dan kesehatan, ya aku terhenti sampai di tes kesehatan dikarenakan berat badan yang tidak proporsional 47 berbanding 169, kurus sekali aku ketika itu. Sedang sahabat aku Rameni berhasil menembus hingga diterima di STPDN bersama (alm) Kak Wahyu Hidayat dan 2 orang teman peserta lainnya. Selamat kawan-kawan. :D
Setelah gagal dalam seleksi STPDN dan bersamaan itu melepas kesempatan PMDK UNJ akhirnya pupus kesempatan aku untuk kuliah, dan aku satu-satunya lima besar NEM yang tidak melanjutkan kuliah, Oki masuk kedokteran gigi Unpad, Solehan masuk STAN, aku :( , Sari Astuti masuk UNJ. Tapi ya apa mau dikata, jalan ini yang harus aku lalui... Akhirnya hanya berbekal ijazah SMA aku mulai mencari pekerjaan, melamar ke berbagai perusahaan sekitaran Bogor dan Depok. -/+ 10 bulan menjadi pengangguran yang menjadi beban ortu yang sudah tidak bekerja lagi, malu... sekali rasanya ketika itu menjadi beban keluarga.
Dan takdir akhirnya menemukan aku menjadi seorang karyawan kontrak di sebuah perusahaan PMA di wilayah Depok, melalui Kak Agus, kakak kelas di SMA aku diterima sebagai karyawan kontrak di PT. Meiwa Indonesia di departemen Assy Zaisu/production eksport. Ya menjadi seorang pegawai kontrak selama 6 bulan, aku menjalani garis hidup yang telah ditulis Allah SWT untuk aku. Menemukan dunia baru, teman baru yang menuntut aku menyesuaikan diri dengan cepat, ya dunia kerja membutuhkan perhatian ekstra bagi seorang pemula seperti aku. Gesekan antar pegawai, hingga pergaulan yang sedikit "berbeda".
Kontrak kerja pertama aku adalah dari bulan Maret 2003 hingga Oktober 2003 dilanjut langsung hingga bulan Maret 2004, diberhentikan sementara guna mengakali UU Naker yang mewajibkan perusahaan mengangkat karyawan kontrak yang memenuhi kualifikasi kerja 3 kali kontrak, akhirnya aku dikontrak kembali bulan Juli 2004 hingga Januari 2005. Setelah itu selamat tinggal PT. Meiwa Indonesia.
Komentar
Posting Komentar