Lanjutan Skenario ... Masa SMA

Tahun 1999, banyak kejadian yang terjadi ditahun tersebut. Tidak hanya lingkup pribadi namun skala nasional loh :D. Pemilihan presiden pertama setelah masa Presiden Soeharto dan Pak Habibi sebagai pengganti sementara. Dan terpilihnya KH. Abdurahman Wahid sebagai presiden definitif. Ada momen luar biasa dikala kampanye pemilu presiden tahun 1999 kala itu, aku untuk pertama kalinya ikut menghadiri  kampanye sebuah partai yang serba putih dan mengusung Capres KH. Didin Hafidudin di daerah bakosurtanal Cibinong, ada yang menarik dari kampanye partai serba putih ini, hampir semua wanita yang ikut kampanye adalah wanita berjilbab lebar, hmmm... interaksi yang ternyata merupakan awalan dari sebuah sikap pribadi di masa 3-4 tahun selanjutnya yang tanpa terpikirkan sebelumnya untuk menggabungkan diri menjadi bagian dari sebuah jamaah yang merupakan induk partai tersebut. Saat itu aku diajak oleh teman bernama Asep dan Saepudin untuk mengikuti kampanye partai tersebut karena mereka merupakan pengagum dari KH. Didin Hafidudin.

Di tahun 1999 juga aku lulus dari MTs, setelah ikut-ikutan acara coret-coretan ala anak SMP :D. Dengan berbekal NEM 45, aku sebenarnya melewati passing grade dari beberapa SMA unggulan di daerah kota Bogor maupun Depok. Namun karena maraknya aksi tawuran bahkan ditahun 1999 sampai tahun 2001 ada sebuah anggapan miris dikalangan pelajar saat itu yaitu menetapkan Hari Sabtu sebagai Hari Tawuran :(. Akhirnya aku menolak dimasukan oleh papa ke sebuah STM Negeri di Bogor, karena pertimbangan tersebut, tidak hanya menolak masuk STM bahkan aku menolak juga untuk masuk ke SMAN 1 Bogor meski secara NEM aku lolos, passing gradenya adalah 44. Ada pengalaman yang menakutkan yang merupakan bagian alasan aku untuk menolak masuk di sekolah daerah Bogor, yaitu saat MTs kami pindah gedung ke daerah Pagelaran, tepatnya dibelakang SMAN 2 Cibinong, ada kejadian tawuran antara SMAN 2 Cibinong dengan STM swasta Bogor, dan ada korban luka parah kala itu. Itulah yang menjadi alasan mengapa aku tidak mau masuk semua sekolah di Kota Bogor.

kampus SMAN 1

Akhirnya aku memilih masuk ke sebuah SMA Negeri didaerah Ciriung Cibinong, SMAN 1 Cibinong, dengan harapan sekolah ini bebas dari aksi tawuran yang menjadi momok bagiku. Passing grade sekolah ini tidak terlalu besar kisaran NEM 38. Dan ternyata disekolah ini ada teman MTs yang masuk juga yaitu Prita. Ada kejadian menarik ketika aku mengikuti MOS yaitu aku satu-satunya pelajar yang memakai celana panjang karena MTs semua pelajar pria memakai celana panjang. Akhirnya aku menjadi salah satu sasaran dari kakak kelas untuk di "plonco", karena unik mungkin, :D. Di MOS ini aku mendapat teman baru bernama Oki Tirta dan Heri. Kami bertiga menjalani masa orientasi bersama-sama saling berbagi tugas dari kakak kelas yang ""usil" itu. Ada kisah menarik lain ketika menjalani masa MOS ini yaitu ketika kami diminta oleh kakak kelas membuat surat cinta kepada salah seorang kakak kelas yang menjadi panitia MOS, lalu setelah berembug kami pun sepakat memilih secara serempak seorang kakak kelas yang bernama ka Dina. Namun ternyata tidak hanya kami yang memilih beliau :D, ternyata hampir merata sepakat beliau kakak kelas yang xxxxs :p

Melalui masa SMA adalah masa yang penuh dengan pengalaman yang menarik, lucu dan lainnya. Merasakan pertama kali "pacaran" ala anak SMA kala itu :D, bahkan 3 generasi sekaligus, angkatan aku, adik kelas, dan adik kelas2 hehehe... pengalaman yang kadang ketika mengenangnya dapat membuat tersenyum. Selain itu untuk pertama kalinya "ikut" tawuran, eh pertama kali juga merasakan dikejar polisi sampai ditodong pistol, Alhamdulillah lolos, :D. Ikut Rohis, tempat yang menjadi cikal bakal membentuk dan menjadikan aku sebagai bagian dari jamaah dakwah tertentu. Prestasi di SMA mungkin tidak secemerlang ketika aku di SD dan SMP namun masih masuk 10 besar. Namun di kelas 3, aku pernah terlempar dari 10 besar di cawu 2, tapi anehnya di cawu 3 terakhir, langsung dapat ranking 1 dan NEM tertinggi ke 3 :D. Di SMA ini aku mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler Rohis, OSIS, KIR, Kopsis. bahkan di KIR aku pernah menjabat sampai wakil ketua padahal saat itu aku masih kelas 1, hehe. Ikut tes PMDK ke UNJ lulus bersama anak Pak Miko, masuk ke fakultas teknik jurusan teknik elektro, namun dikarenakan setelah diupayakan kesana kemari akhirnya terpaksa dilepas. Hmmm... sedih juga.

Di Rohis kami mengikuti kegiatan mentoring setiap pekan, saat itu mentoring masih dilakukan di luar sekolah dikarenakan belum ada restu dari pihak sekolah, disini kami mendalami materi keagamaan yang menambah dan melengkapi pelajaran agama di sekolah. mentor pertama aku adalah bang Ade, lalu pindah ke bang Sanja dan terakhir adalah bang Jefrizal. Kami pun diminta untuk mengikuti kegiatan ekstra diluar sekolah, kamping, rihlah bahkan demonstrasi :D.

Masa SMA \^ o ^/


berlanjut ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya ...

Tour de Europe Part 1

perjalanan 4 ... Dan Kejadian Itu Berulang ...