11 - 7 = 4
Hmmm, sebuah permainan angka yang menarik dari para simpatisan calon DKI 1. Sebuah kebetulan yang menjadikan kreatifitas dalam masa kampanye bahkan sampai masa tenang sekalipun :D. Terlepas dari semua itu majunya calon No. 4, Dr. Hidayat dan Prof. Didik merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang patut diberikan apresiasi, dikarenakan kita semua mau tidak mau harus mengakui bahwa beliau adalah orang yang seharusnya bisa maju sebagai capres, namun dikarenakan kerendahan hati beliau, menerima tugas yang diberikan oleh partainya.
Jakarta adalah Ibukota Indonesia, wajah Jakarta merupakan cerminan Negara Indonesia, makanya adalah sebuah keniscayaan untuk menjadikan Jakarta yang lebih baik, dimulai dengan pemilihan pemimpin yang baik dan terpercaya. Warga Jakarta harus berani menentukan, mau jadi apa Jakarta 5 tahun kedepan. So saat inilah anda semua warga Jakarta yang memutuskan. Oleh karenanya berikan putusan terbaik bagi anda dan warga Jakarta lainnya.
Mengaca dari Pemilu 5 tahun lalu, seharusnya pasangan calon No. 4 bisa memenangkan pesta demokrasi hari ini di Jakarta, dengan berpecahnya partai politik incumbent pada Pemilu kali ini, harus bisa dimaksimalkan dengan baik oleh pasangan No. 4. Dengan cerdasnya pemilih perkotaan yang tidak gampang disuap seharusnya inilah saatnya unjuk gigi memenangkan Jakarta. Ingat Jakarta adalah barometer daerah lainnya.
Pukul 11. 32
Hmmm ... ternyata pilihan masyarakat Jakarta berbeda, urutan ke 3 menurut hitung cepat berbagai lembaga survei, dengan jumlah suara yang sekitar belasan persen dan itu bahkan lebih kecil dari jumlah suara partai yang mengusungnya pada tahun 2009, apalagi dengan suara yang diperoleh calon yang diusung tahun 2007. Kemanakah suara-suara itu pergi, mengapa suara itu tidak tetap mendukung? ada apa dengan partai ini?
15. 06
Hmmm ... ternyata pilihan masyarakat Jakarta berbeda, urutan ke 3 menurut hitung cepat berbagai lembaga survei, dengan jumlah suara yang sekitar belasan persen dan itu bahkan lebih kecil dari jumlah suara partai yang mengusungnya pada tahun 2009, apalagi dengan suara yang diperoleh calon yang diusung tahun 2007. Kemanakah suara-suara itu pergi, mengapa suara itu tidak tetap mendukung? ada apa dengan partai ini?
15. 06
Komentar
Posting Komentar